Tegaskan Komitmen Pengawasan dan Penindakan Politik Uang, Bawaslu Kudus Hadiri Bedah Buku KPU
|
Bawaslu Kudus News - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kudus menegaskan komitmennya dalam mengawal demokrasi yang berintegritas. Hal ini disampaikan saat menghadiri kegiatan Bedah Buku Seri Pertama bertajuk Narasi Pilkada dan Arah Politik Lokal karya Moh. Sugihariyadi (Anggota KPU Kudus periode 2008–2013) di Aula Kantor KPU Kabupaten Kudus, Kamis (3/9/2026).
Dalam forum diskusi tersebut, Bawaslu Kudus yang diwakili oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Naily Faila Saufa, menyoroti pentingnya penindakan tegas serta langkah pencegahan terhadap berbagai pelanggaran pemilu.
Naily memaparkan rekam jejak dan capaian kinerja Bawaslu Kudus dalam menangani dugaan pelanggaran, terutama terkait praktik politik uang pada Pemilu 2024. Penanganan perkara yang bersumber dari temuan maupun laporan masyarakat tersebut diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan hingga memperoleh putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht).
"Pengalaman dalam melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran pemilu menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas demokrasi," tegas Naily.
Selain penindakan, Naily menekankan bahwa pengawasan harus berjalan seimbang dengan upaya edukasi dan keterlibatan publik. Bawaslu Kudus terus mendorong pengawasan partisipatif agar masyarakat tidak hanya memahami hak politiknya, tetapi juga berani terlibat aktif mengawasi jalannya proses demokrasi.
“Pengawasan pemilu membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pencegahan dan pendidikan politik menjadi bagian penting agar masyarakat memahami hak politiknya sekaligus memiliki keberanian untuk turut mengawasi proses demokrasi,” ujarnya.
Kegiatan yang digelar KPU Kudus ini turut membedah berbagai isu krusial dalam politik lokal, seperti tingginya biaya kontestasi, pergeseran fungsi keterwakilan, politik uang, fenomena calon tunggal, politisasi anggaran oleh petahana, hingga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Forum ini dihadiri oleh Ketua KPU Kudus Ahmad Amir Faishol, Komisioner KPU Divisi Teknis Ahmad Kholil sebagai moderator, serta Sekretaris Prodi Pemikiran Islam UIN Sunan Kudus M. Nor Rofiq Addiansyah sebagai panelis.
Melalui partisipasi dalam agenda ini, Bawaslu Kabupaten Kudus menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat fungsi pengawasan, pencegahan, penindakan, serta pendidikan politik masyarakat guna mewujudkan pemilu dan pemilihan yang demokratis, berintegritas, dan berkeadilan. [*]
Penulis: Ady
Foto: Ady
Editor: Tim Humas Bawaslu Kudus