Lompat ke isi utama

Berita

Siraman Rohani Bawaslu Kudus Tekankan Pentingnya Adab Orang Tua dan Anak

16 April 2026 Siraman Rohani Bawaslu Kudus Tekankan Pentingnya Adab Orang Tua dan Anak

Bawaslu Kudus News – Setelah menjalani masa libur selama satu bulan pada bulan Ramadan, Bawaslu Kudus kembali menggelar kegiatan pembinaan rohani bagi jajaran internalnya. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk siraman rohani tersebut dilaksanakan dengan melanjutkan kajian kitab Adabul Islam fi Nidzhamil Usroh dan dipandu langsung oleh Ketua Bawaslu Kudus, Moh Wahibul Minan, Kamis (16/4/2026).

Dalam suasana yang khidmat, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, khususnya terkait adab dalam kehidupan keluarga sebagaimana dibahas dalam kitab tersebut. Materi yang disampaikan berfokus pada hubungan antara orang tua dan anak serta tanggung jawab masing-masing dalam membangun keluarga yang harmonis dan berakhlak.

Ia menjelaskan, bahwa Islam memberikan perhatian besar terhadap hubungan antara orang tua dan anak. Salah satu poin utama adalah pentingnya memberikan nama yang baik kepada anak. Disebutkan bahwa nama yang baik bukan hanya identitas, tetapi juga doa dan harapan bagi masa depan anak.

Secara tidak langsung, Ia menegaskan bahwa Rasulullah SAW sangat menganjurkan pemberian nama yang baik dan bahkan mengganti nama-nama yang memiliki makna kurang baik. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan aspek psikologis dan sosial anak sejak awal kehidupannya.

Selain itu, dibahas pula tentang pelaksanaan aqiqah sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak. Dalam materi disebutkan bahwa aqiqah merupakan sunnah yang dianjurkan, sebagai wujud rasa syukur kepada Allah sekaligus mempererat hubungan sosial melalui berbagi kepada sesama.

Dalam kesempatan tersebut, Moh Wahibul Minan juga menambahkan secara langsung bahwa nilai-nilai tersebut relevan dengan kehidupan modern saat ini. “Sering kali kita melupakan hal-hal mendasar seperti ini, padahal justru di situlah letak keberkahan dalam kehidupan keluarga,” katanya.

Materi kemudian berlanjut pada kewajiban orang tua dalam mendidik anak. Dijelaskan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk akhlak, memberikan pendidikan, serta membimbing anak dalam kehidupan sehari-hari. Anak tidak hanya diberi kebutuhan materi, tetapi juga harus dibekali dengan nilai-nilai agama dan moral.

Secara tidak langsung, dijelaskan pula bahwa orang tua harus menjadi teladan dalam sikap dan perilaku. Pendidikan terbaik bukan hanya melalui kata-kata, tetapi melalui contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu poin penting lainnya adalah kewajiban mengajarkan shalat kepada anak sejak dini. Dalam materi disebutkan bahwa anak perlu dibiasakan melaksanakan shalat sejak usia tujuh tahun, dan diberikan penegasan ketika telah mencapai usia sepuluh tahun. Hal ini bertujuan agar anak tumbuh dengan kesadaran ibadah yang kuat.

Selain itu, perhatian dan kasih sayang orang tua juga menjadi bagian penting dalam pendidikan anak. Dalam hadis yang dikutip dalam materi, disebutkan bahwa Rasulullah SAW menekankan pentingnya kasih sayang kepada anak. Pendekatan kasih sayang dalam keluarga sangat penting untuk menciptakan generasi yang sehat secara emosional. “Anak-anak yang tumbuh dengan kasih sayang akan lebih mudah diarahkan dan memiliki empati yang tinggi,” ungkapnya.

Materi juga menyoroti pentingnya pendidikan akhlak dan adab, termasuk menjaga anak dari perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Orang tua diharapkan mampu membimbing anak agar memiliki rasa malu, menjaga kehormatan diri, serta menjauhi pergaulan yang buruk.

Sebagai penutup, Minan mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat belajar dan memperbaiki diri. Ia menegaskan bahwa pembinaan spiritual seperti ini bukan hanya kegiatan rutin, tetapi bagian dari upaya membangun pribadi yang lebih baik. [*]

 

Penulis: Desi
Foto: Satya
Editor: Tim Humas Bawaslu Kudus