Siraman Rohani Bawaslu Kudus: Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial di Bulan Muharam
|
Bawaslu Kudus News – Mengakhiri rangkaian kegiatan pada bulan Juni, Bawaslu Kudus kembali menggelar kegiatan Siraman Rohani pada Kamis (25/06/2026) yang diikuti oleh seluruh jajaran Bawaslu Kudus. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus mempererat kebersamaan antarpegawai.
Ketua Bawaslu Kudus, Moh Wahibul Minan, bertindak sebagai pengisi materi dalam kegiatan tersebut. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan bahwa tanggal 10 Muharam merupakan hari yang memiliki banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam. Di antaranya adalah diselamatkannya Nabi Musa AS dari kejaran Fir'aun serta keluarnya Nabi Yunus AS dari perut ikan atas pertolongan Allah SWT.
"Momentum 10 Muharam hendaknya menjadi pengingat bagi kita untuk meningkatkan amal kebaikan, seperti menuntut ilmu melalui majelis ilmu serta memperbanyak sedekah, khususnya kepada anak yatim," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, peserta juga melanjutkan kajian Kitab Adabul Islam yang membahas tentang hubungan antarmanusia dalam kehidupan bermasyarakat. Materi menekankan pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan, baik dengan saudara kandung, besan, maupun kerabat lainnya.
Minan mengingatkan agar setiap individu menjaga silaturahmi dan menghindari perpecahan dalam keluarga. Menurutnya, persoalan seperti pembagian warisan sering kali menjadi penyebab renggangnya hubungan persaudaraan apabila tidak disikapi dengan bijaksana sesuai ketentuan syariat.
"Jangan sampai kita memutus tali kekeluargaan. Kebanggaan sejati adalah ketika seseorang mampu memperoleh hasil dari usahanya sendiri dan tetap menjaga kerukunan dengan saudara-saudaranya," jelasnya.
Dalam kajian tersebut juga disampaikan pentingnya memiliki sifat pemaaf, tetap berbuat baik kepada orang yang belum tentu berbuat baik kepada kita, serta terus menyambung tali persaudaraan. Selain itu, peserta diajak untuk mengenali dan menjaga hubungan nasab keluarga sebagai sarana mempererat ukhuwah.
Minan juga menjelaskan bahwa sedekah kepada kerabat yang membutuhkan memiliki keutamaan lebih karena selain bernilai sedekah juga bernilai menjaga silaturahmi. Tidak hanya itu, hubungan baik dengan para pembantu, rewang, maupun orang yang membantu pekerjaan sehari-hari juga harus dijaga karena mereka merupakan bagian dari sesama manusia yang wajib diperlakukan dengan baik.
Di akhir kajian, peserta diingatkan mengenai pentingnya menjaga hubungan dengan tetangga. Dalam ajaran Islam, memuliakan tetangga merupakan salah satu bentuk akhlak mulia yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan Siraman Rohani ini, Bawaslu Kudus berharap seluruh jajaran dapat terus meningkatkan kualitas keimanan, memperkuat hubungan sosial, serta mengimplementasikan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas kelembagaan. [*]
Penulis: Desi
Foto: Slamet
Editor: Tim Humas Bawaslu Kudus