Bawaslu Kudus Koordinasi dengan SMA NU Al-Ma’ruf Kudus Terkait Program P2P dan Saka Adhyasta Pemilu
|
Bawaslu Kudus News - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kudus terus berupaya memperkuat pengawasan partisipatif dengan menyasar kalangan pelajar. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan koordinasi dengan SMA NU Al-Ma’ruf Kudus terkait pelaksanaan Program Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) serta pembentukan Saka Adhyasta Pemilu, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan koordinasi tersebut dipimpin oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kudus, Naily Faila Saufa, yang hadir didampingi oleh staf Bawaslu Kudus. Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu Kudus menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya melalui keterlibatan aktif dalam pengawasan pemilu.
Naily Faila Saufa menjelaskan bahwa Program Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) merupakan salah satu upaya strategis Bawaslu dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat, terutama pelajar, terhadap pentingnya pengawasan pemilu. Melalui program ini, siswa tidak hanya diberikan pengetahuan dasar tentang kepemiluan, tetapi juga dibekali kemampuan untuk mengenali potensi pelanggaran serta cara melaporkannya.
Selain itu, pembentukan Saka Adhyasta Pemilu juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter pelajar yang peduli terhadap demokrasi. Saka Adhyasta Pemilu merupakan wadah kepramukaan yang berfokus pada pendidikan kepemiluan, sehingga diharapkan mampu mencetak kader-kader pengawas pemilu sejak dini.
Pihak SMA NU Al-Ma’ruf Kudus menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap program yang diinisiasi oleh Bawaslu Kudus. Sekolah berkomitmen untuk mendorong partisipasi aktif siswa, khususnya siswa kelas X, untuk mengikuti kegiatan P2P serta bergabung dalam Saka Adhyasta Pemilu.
Dalam koordinasi tersebut juga dibahas teknis pelaksanaan program, termasuk jumlah peserta yang akan didelegasikan oleh sekolah, yaitu sekitar 5 hingga 10 siswa. Para peserta nantinya akan mengikuti serangkaian kegiatan pembekalan yang mencakup materi kepemiluan, pengawasan partisipatif, serta praktik langsung di lapangan.
Dengan adanya sinergi antara Bawaslu Kudus dan pihak sekolah, diharapkan program ini dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengawal proses demokrasi. [*]
Penulis: Desi
Foto: Desi
Editor: Tim Humas Bawaslu Kudus