Moot Court Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus Asah Keterampilan Praktik Beracara
|
Bawaslu Kudus News – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kudus bersama Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus menyelenggarakan kegiatan Moot Court atau peradilan semu penyelesaian sengketa proses Pemilu dalam rangka Program Kelas Hukum Pemilu, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan ini merupakan pertemuan ketiga dalam rangkaian Program Kelas Hukum Pemilu yang dirancang untuk memberikan pengalaman praktik kepada mahasiswa. Sebelumnya, peserta telah memperoleh materi mengenai hukum pemilu, penanganan pelanggaran, perselisihan hasil pemilu, serta mekanisme penyelesaian sengketa proses Pemilu.
Dalam simulasi tersebut, mahasiswa berperan sebagai pihak-pihak yang terlibat dalam sengketa proses Pemilu, mulai dari pemohon, termohon, majelis pemeriksa, hingga saksi. Melalui skenario kasus yang disusun menyerupai kondisi nyata, mahasiswa dituntut untuk menguasai hukum acara, menghadirkan alat bukti, serta memahami tata cara persidangan penyelesaian sengketa proses Pemilu.
Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kudus, Imam Subandi, menyampaikan bahwa kegiatan Moot Court menjadi sarana pembelajaran yang efektif dalam menjembatani pemahaman teoritis dengan praktik hukum kepemiluan di lapangan.
“Melalui simulasi ini, mahasiswa tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga dapat merasakan secara langsung bagaimana proses penyelesaian sengketa berlangsung. Harapannya, mereka memiliki perspektif yang lebih komprehensif mengenai sistem keadilan Pemilu,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang jalannya persidangan semu. Mahasiswa aktif menyampaikan argumentasi, mengajukan pertanyaan, serta menanggapi setiap tahapan persidangan sesuai dengan peran masing-masing. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah untuk melatih kemampuan berpikir kritis, analisis hukum, komunikasi, serta penyusunan argumentasi yang berbasis pada peraturan perundang-undangan.
Program Kelas Hukum Pemilu merupakan bentuk kolaborasi antara Bawaslu Kudus dan Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus dalam meningkatkan literasi demokrasi dan kepemiluan di kalangan mahasiswa. Program ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pengawasan pemilu, pelanggaran, dan sengketa pemilu, tetapi juga menghadirkan pengalaman praktik yang mendekatkan mahasiswa pada dinamika penegakan hukum pemilu.
Dosen Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus, Rahma Aulia, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus dan Bawaslu Kudus melalui Program Kelas Hukum Pemilu. Menurutnya, kegiatan Moot Court memberikan pengalaman belajar yang aplikatif bagi mahasiswa dalam memahami dinamika penegakan hukum dan penyelesaian sengketa proses Pemilu.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bawaslu Kudus atas ruang pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut melalui berbagai program edukasi kepemiluan di masa mendatang,” ujar Rahma.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki pemahaman kuat mengenai demokrasi dan hukum pemilu, serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan penyelenggaraan Pemilu yang berintegritas, demokratis, dan berkeadilan. [*]
Penulis: Satya
Foto: Syafaq
Editor: Tim Humas Bawaslu Kudus