Lompat ke isi utama

Berita

Q&Q Ramadhan, Ikhtiar Bawaslu Kudus Perkuat Spirit Kelembagaan di Bulan Suci

23 Februari 2026 Q&Q Ramadhan, Ikhtiar Bawaslu Kudus Perkuat Spirit Kelembagaan di Bulan Suci

Q&Q Ramadhan, Ngabuburit Pengawasan Tahun 2026

Bawaslu Kudus News – Dalam rangka melaksanakan kegiatan Ngabuburit Pengawasan Tahun 2026, Bawaslu Kabupaten Kudus membentuk sebuah program bertajuk Q&Q Ramadhan. Program ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Ketua Bawaslu RI Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Ngabuburit Pengawasan dalam rangka Penguatan Spirit Kelembagaan Bawaslu. 

Kegiatan ini menjadi momentum reflektif di masa non-tahapan Pemilu untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, SDM pengawas, strategi pengawasan, hingga integritas penyelenggara Pemilu menuju Pemilu 2029.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bawaslu Kudus menghadirkan inovasi Q&Q Ramadhan yang dikemas dalam format dialog interaktif dan Kultum Ramadhan. Program ini disiarkan melalui kanal YouTube Bawaslu Kabupaten Kudus, dimulai 24 Februari 2026 setiap Senin hingga Jumat. Sesi Q&Q Ramadhan digelar pukul 16.30 WIB, dilanjutkan Kultum Ramadhan pukul 18.00 WIB dengan menghadirkan Ketua dan Anggota Bawaslu Kudus serta Koordinator Sekretariat sebagai narasumber. Sementara Kultum Ramadhan secara khusus diisi oleh Ketua Bawaslu Kudus.

Ketua Bawaslu Kudus, Moh Wahibul Minan, menegaskan bahwa Q&Q Ramadhan bukan sekadar agenda rutin Ramadan, melainkan ruang penguatan spiritualitas sekaligus konsolidasi kelembagaan.

“Q&Q Ramadhan ini kami desain sebagai ruang dialog yang santai namun substantif. Ramadan adalah momentum yang tepat untuk merefleksikan kembali tugas dan tanggung jawab kita sebagai pengawas Pemilu. Spirit pengawasan harus dibangun bukan hanya secara regulatif, tetapi juga secara moral dan spiritual,” tegas Minan.

Lebih jauh, Minan menjelaskan bahwa Q&Q memiliki filosofi mendalam. Huruf “Q” dalam perspektif Al-Qur’an dimaknai sebagai seruan ‘jagalah’. Ramadan identik dengan menjaga diri, menjaga dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, menjaga lisan, menjaga sikap, serta menjaga puasa dari hal-hal yang dapat mengurangi maknanya. Nilai menjaga inilah yang kemudian diinternalisasikan dalam kerja-kerja pengawasan.

Selain dimaknai sebagai ‘jagalah’, Q&Q juga merupakan singkatan dari Qur’an dan Qolbu. Qur’an diambil sebagai simbol sumber dari segala sumber kehidupan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi pedoman moral dan etika dalam menjalani kehidupan.

“Qur’an adalah sumber nilai. Kehidupan yang kita jalani tidak pernah lepas dari ajaran-ajaran Al-Qur’an. Maka dalam menjalankan tugas pengawasan, kita harus berpijak pada nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an,” ujar Minan.

Sementara itu, Q juga dimaknai sebagai Qolbu yang berarti hati. Hati merupakan pusat kendali perilaku manusia, tempat lahirnya niat. Dari hati yang bersih akan lahir tindakan yang lurus.

“Hati adalah pengatur langkah perilaku kita. Jika hati dijaga, maka tindakan akan terjaga. Jika qolbu bersih, maka keputusan yang diambil pun akan adil,” imbuhnya.

Menurut Minan, filosofi Q&Q Ramadhan mengandung pesan agar seluruh jajaran pengawas tidak hanya berpegang pada regulasi, tetapi juga menjaga hati dan niat dalam setiap tugas yang dijalankan. Dengan menjaga qolbu, menjaga puasa, serta menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, maka integritas kelembagaan akan semakin kokoh.

Melalui pendekatan religius yang dikemas dalam suasana ngabuburit, Q&Q Ramadhan diharapkan mampu menghadirkan pendidikan politik yang lebih membumi, dialogis, dan mudah diterima masyarakat. Program ini juga menjadi bagian dari strategi membangun kepercayaan publik terhadap Bawaslu sebagai lembaga yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.

“Pengawasan yang kuat harus ditopang oleh integritas. Integritas tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui komitmen, konsistensi, dan kesadaran spiritual. Ramadan mengajarkan kita tentang kejujuran, pengendalian diri, dan tanggung jawab. Nilai-nilai itulah yang harus kita tanamkan dalam kerja-kerja pengawasan,” pungkasnya.

Dengan pendekatan religius, edukatif, dan partisipatif, Q&Q Ramadhan diharapkan menjadi langkah konkret dalam meneguhkan jati diri pengawas Pemilu yang kredibel dan professional. Lebih dari itu, program ini menjadi pengingat bahwa demokrasi yang bermartabat hanya dapat terjaga jika dijalankan oleh insan-insan yang mampu menjaga nilai, menjaga amanah, dan menjaga hati. [*]

Penulis: Desi
Foto: Rosid
Editor: Tim Humas Bawaslu Kudus