Lompat ke isi utama

Berita

Mayoritas Pemilih 2029 dari Generasi Muda, Bawaslu Kudus Ajak Siswa SMA NU Al-Ma'ruf Jadi Pengawas Partisipatif

9 Juni 2026 Mayoritas Pemilih 2029 dari Generasi Muda, Bawaslu Kudus Ajak Siswa SMA NU Al-Ma'ruf Jadi Pengawas Partisipatif

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, Naily Faila Saufa saat melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif di hadapan Siswa Siswi kelas X dan XI SMA NU Al-Ma'ruf Kudus

Bawaslu Kudus News – Bawaslu Kudus terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui sosialisasi pengawasan partisipatif bersama Kader Pengawas Partisipatif Pioneer Kudus di SMA NU Al-Ma'ruf Kudus, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti siswa kelas X dan XI sebagai calon pemilih pemula pada Pemilu dan Pilkada mendatang.

Dalam sambutannya, pihak sekolah berharap kegiatan tersebut mampu memberikan bekal kepada para siswa agar menjadi pemilih pemula yang cerdas sekaligus memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi.

Sosialisasi ini diisi oleh Anggota Bawaslu Kudus Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, Naily Faila Saufa, serta Kader Pengawas Partisipatif Pioneer Kabupaten Kudus, Eka Rizqiana.

Pada sesi pertama, Naily Faila Saufa mengangkat materi tentang pentingnya menjadi pemilih pemula yang cerdas dan bijaksana. Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah bangsa karena saat ini lebih dari separuh Daftar Pemilih Tetap (DPT) didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z.

Naily menjelaskan bahwa keberadaan generasi muda bukan sekadar pelengkap dalam pesta demokrasi, melainkan menjadi penentu masa depan bangsa melalui pilihan politik yang mereka ambil.

“Anak-anak muda saat ini adalah penentu kemenangan dan arah kebijakan negara lima tahun ke depan. Karena itu, gunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab,” ujar Naily.

Ia juga menjelaskan tahapan yang perlu dilakukan oleh pemilih pemula, mulai dari memastikan nama telah terdaftar dalam daftar pemilih melalui laman cekdptonline.kpu.go.id, mempelajari rekam jejak serta visi dan misi kandidat, menyaring informasi agar terhindar dari hoaks dan kampanye hitam, hingga menggunakan hak pilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sesuai hati nurani.

Menurut Naily, sikap apatis terhadap politik justru akan membuat generasi muda kehilangan kesempatan untuk menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, ia berharap para siswa dapat mengambil peran aktif dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Jangan apatis terhadap demokrasi. Generasi muda harus ikut menjaga demokrasi bangsa, salah satunya melalui pengawasan partisipatif,” tegasnya.

Sementara itu, pada materi kedua, Kader Pengawas Partisipatif Pioneer Kabupaten Kudus, Eka Rizqiana, menjelaskan tentang pentingnya pengawasan partisipatif oleh pemilih pemula dalam menjaga integritas demokrasi.

Eka menilai generasi muda memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menjadi modal dalam mengawal Pemilu. Mulai dari tingginya konektivitas digital, sikap idealis dan kritis, hingga kemampuan berjejaring melalui berbagai komunitas sosial.

Menurutnya, pengawasan partisipatif merupakan keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal seluruh proses Pemilu secara sukarela tanpa harus menjadi bagian dari jajaran resmi Bawaslu.

“Pengawasan partisipatif bertujuan mencegah pelanggaran Pemilu, meningkatkan transparansi publik, dan memastikan setiap suara masyarakat terlindungi dari berbagai bentuk kecurangan,” jelas Eka.

Ia mengajak para pemilih pemula untuk berperan aktif dengan mengawal ruang digital dari penyebaran disinformasi, menolak politik uang, mengawasi masa tenang dari praktik kampanye terselubung, serta ikut mengawasi proses pemungutan suara di TPS.

Selain itu, Eka juga memperkenalkan berbagai program Bawaslu yang menyasar generasi muda, termasuk mekanisme pelaporan pelanggaran Pemilu secara mandiri.

“Menjaga demokrasi bukan hanya tugas Bawaslu, tetapi tanggung jawab bersama. Generasi muda harus menjadi bagian dari pengawas partisipatif demi menjaga suara bangsa,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kudus berharap para siswa SMA NU Al-Ma'ruf Kudus tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga tumbuh sebagai generasi yang kritis, peduli, dan aktif mengawal demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas. [*]

Penulis: Desi
Foto: Maria
Editor: Tim Humas Bawaslu Kudus