Siraman Rohani Bawaslu Kudus: Bahas Peran Orang Tua dalam Mencetak Generasi Saleh
|
Bawaslu Kudus News - Keluarga besar Bawaslu Kabupaten Kudus kembali melaksanakan kegiatan Siraman Rohani yang rutin digelar sebagai sarana peningkatan pemahaman keagamaan dan pembinaan karakter. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (4/6/2026) di kantor Bawaslu Kudus tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kudus, Moh Wahibul Minan, dengan melanjutkan kajian kitab Adabul Islam Fi Nidhomil Usroh yang membahas adab dan tata kehidupan keluarga dalam Islam.
Pada kesempatan tersebut, pembahasan difokuskan pada peran orang tua dalam mendidik anak, membangun keharmonisan keluarga, menanamkan nilai-nilai agama sejak dini, serta menjaga hubungan yang penuh kasih sayang di dalam rumah tangga.
Moh Wahibul Minan menjelaskan bahwa keluarga merupakan madrasah pertama bagi setiap anak. Oleh karena itu, orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk akhlak, karakter, dan kebiasaan baik yang akan menjadi bekal anak sepanjang hidupnya.
Menurutnya, keteladanan orang tua menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan dalam keluarga. Anak akan lebih mudah meniru perilaku yang dilihat setiap hari dibandingkan sekadar menerima nasihat.
Selain itu, kajian juga menyoroti pentingnya perhatian orang tua terhadap pendidikan dan pembentukan akhlak anak sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an yang memerintahkan kaum beriman untuk menjaga diri dan keluarganya dari hal-hal yang dapat menjerumuskan kepada keburukan.
Dalam pemaparannya, Minan menyampaikan bahwa mendidik anak merupakan investasi jangka panjang yang nilainya lebih besar dibandingkan harta benda yang diwariskan.
“Warisan terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anak bukanlah kekayaan, melainkan pendidikan, adab, dan akhlak yang baik. Ketika anak memiliki akhlak mulia, maka itu akan menjadi bekal yang terus membawa manfaat bagi dirinya maupun orang tuanya,” katanya.
Kajian juga membahas pentingnya perhatian yang seimbang antara anak laki-laki dan perempuan. Dalam Islam, keduanya memiliki hak yang sama untuk memperoleh kasih sayang, pendidikan, serta perlakuan yang adil dari orang tua.
Minan menjelaskan bahwa orang tua dianjurkan mempersiapkan masa depan anak perempuan dengan memberikan pendidikan agama, akhlak, serta membimbingnya menuju kehidupan yang baik dan terhormat. Sementara itu, anak laki-laki juga perlu dibina agar memiliki tanggung jawab, kepedulian, dan kemampuan menjadi pemimpin yang baik dalam keluarga maupun masyarakat.
Selain pendidikan, materi yang dikaji juga menekankan pentingnya menjaga privasi dalam keluarga. Anak-anak diajarkan untuk meminta izin ketika hendak memasuki kamar orang tua, terutama pada waktu-waktu tertentu yang menjadi ruang privasi keluarga.
Menurutnya, adab tersebut merupakan bagian dari pendidikan moral yang diajarkan Islam untuk membangun rasa hormat dan menjaga batasan yang sehat di lingkungan keluarga.
Lebih lanjut, pembahasan dalam kitab juga menggarisbawahi pentingnya menumbuhkan kasih sayang dan keadilan di antara saudara kandung. Orang tua diharapkan tidak membeda-bedakan perlakuan kepada anak karena hal itu dapat menimbulkan rasa iri, kecemburuan, bahkan konflik dalam keluarga.
“Kasih sayang dan keadilan harus diberikan kepada seluruh anak. Ketika orang tua mampu bersikap adil, maka suasana keluarga akan lebih harmonis dan penuh keberkahan,” terang Minan.
Ia menambahkan bahwa Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya kelembutan dalam mendidik anak. Sikap penuh kasih sayang akan membuat anak merasa dihargai dan tumbuh dengan rasa percaya diri yang baik.
Dalam sesi akhir kajian, Minan mengingatkan tentang pentingnya menjaga ucapan dan doa yang dipanjatkan kepada anak. Ia menjelaskan bahwa Islam melarang orang tua mendoakan keburukan bagi anak-anaknya, meskipun sedang berada dalam kondisi marah.
“Kadang ketika emosi, seseorang tanpa sadar mengucapkan kata-kata yang tidak baik kepada anaknya. Padahal Islam mengajarkan agar orang tua senantiasa mendoakan kebaikan. Doa orang tua merupakan salah satu doa yang sangat mustajab,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa anak yang saleh merupakan salah satu amal yang pahalanya akan terus mengalir kepada orang tua bahkan setelah meninggal dunia. Oleh sebab itu, pendidikan dan pembinaan karakter anak perlu menjadi perhatian utama dalam kehidupan keluarga.
Kegiatan siraman rohani tersebut berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh antusiasme. [*]
Penulis: Desi
Foto: Satya
Editor: Tim Humas Bawaslu Kudus